Rabu, 15 April 2015

GA PAPA

Rabu,15 april 2015 Hari ini gw mau cerita tentang hal sepele tapi bermakna. Ceritanya tgl 9 april kmrn anak gw yg pertama ikut kegiatan sekolah, Outbond di Ciseeng Bogor. Dress code untuk anak anak kaos seragam, celana jeans, dan kaos kaki hitam. Berhubung si mas ga punya kaos kaki hitam, jadi pake yang warnanya mendekati lah. Jadilah dia pake abu abu, kaos kakinya ngambil sedapetnya aja yg dilemari. Setelah dipake untuk kegiatan yang kebetulah harus lepas sepatu, ga lama kemudian muncul lubang di jempolnya. Alhasil jempol kakinya mas adit keluar deh. Gw liat dari jauh. Agak ga nyaman juga kayaknya dia pakenya, ditarik2 ujungnua biarjempolnya masun lagi. Dalam hati gw ngomong. Ya ampun kaos kaki adit bolong, duh malu ga ya dia..... Setelah ngikutin rombonggn anak anak menjalani kegiatannya mulai dari jalan di atas bambu, jembatan, merah sapi, nanam padi, sampe dengN outbond. Tiba-tiba ada temennya yang mungkin baru ngeh kalo kaos kaki adit bolong. Bertanyalah temennya. Adit kaos kaki kamu bolong tu. Duh gw denger dia nanya begitu pengen rasabya gw samperin trus coba jawab denga kasih pengertian biar adit ga malu. Tapi sedetik kemudian gw denger adit bilang "ga papa" dengan gaya santai dan sok tuanya. Trus biasa aja kayak ga ada apa apa... Oh my god. Subhanallah. Anak gw bisa jawab setenabg itu. N no problemo. .. Dia tetep fokus dengan kegiatannya sampe akhir. N dia sempurna melewati semua rintangan outbond. Flying fox until tarik tambang dengan semangat 45. Good job nak.... Baru berasa. Selama ini ak terlalu terobsesi dengan kesempurnaan padahal nobody ia perfect. Sempurna itu milik Allah. Sebelumnya kalo ak melihat sesuatu yang tidak seharusnya or tdk sesuai dengan ekspektasiku, ak ga suka. Tp dengan kejadian kmrn pelan pelan ak mulai belajar untuk bisa seperti analku. . Setelah ak inget inget ternyata sering juga adit bilang kata kata "Ga papa ma" Misal ketika homeworknya dapat bintang 4 padahal biasanya dapat bintang 6. Ak langsung komen. Tuh kan cuma dpt 4 tulisannya jelel sih. Makajya nulisnya yang bagus biar bintagnya 6. Dan adit jawab dengan santanya. Ga papa ma. Ga papa juga dapat bintang 4. Hhhmmmhh

Selasa, 10 Februari 2015

Hidup milik Yang Maha Kuasa

selasa, 10 februari 2015 kalo postingan sebelumnya, nulis dalam kondisi egois level 7. sekarang, setahun kemudian, saya nulis dalam kondisi yang menurut saya lebih baik. pasrah. bukan pasrah dalam artian tidak sanggup berbuat apa apa dan putus asa ya. tapi pasrah terhadap ketentuan Yang Punya Kuasa. saya mulai belajar memaknai hidup, berat memang topiknya, tapi memang ini yang saya rasakan. Hidup ternyata pilihan yang sudah ditentukan sama Yang Punya Hidup. pilihan yang kita pilih sudah lebih dulu tertulis. kita hanya pion-pion yang akan mengikuti ketentuanNya. pion yang begitu kecil, kerdil, tidak berdaya dibandingkan dengan kekuasaanNya yang maha dasyat. Hilanglah sombong, egois yang selama ini sering mengendalikan hati. naik satu tingkat level kehidupan yang saya lalui. semoga jalan terbaik ini mampu merubah ak menjadi manusia yang lebih baik. InsyaAllah.

Jumat, 24 Januari 2014

HIDUP ITU PILIHAN.... TITIK

Jumlat, 24 Januari 2014 Berbicara mengenai perjalanan hidup banyak hal yang disa dibahas, dari mulai kegiatan sehari-hari, pengalaman yang "tidak biasa", sampai dengan prinsip dan ideologi kehidupan yang kita jalani. Kegiatan sehari-hari yang kita alami itu merupakan hasil dari setiap pilihan langkah yang kita ambil. Simpel aja untuk masalah milih lokasi tempat tinggal, ketika ada temen kita A bilang "cari rumah disini aja karena ... bla bla bla...", B bilang "kamu sih cari rumah disitu, makanya... bla bla bla... Yang seperti ini menurut gw harus disikapi dengan satu kata saja "SO...". Trus kenapa kalo gw pilih ini, pilih itu, pilih ono. gw gw juga yang jalanin, kalopun itu jadi berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari gw.... That's my choice.. saya happy saja dengan keadaan yang terjadi seperti saya harus terlambat sampei kantor, saya harus meninggalkan anak ketika langit masih gelap. deesbe... terlambat ke kantor juga resiko dari pilihan kita.... kadang atasan dikantor ga suka dengan kurangnya kedisiplinan saya... ya silahkan saja di tindak sesuai aturan... karena pada dasarnya semua orang yang memilih sesuatu tentu dia akan menerima akibat dari pilihannya itu.... baik itu akibat yang positf atau negatif. Pengalaman yang "tak biasa" itu juga terjadi akibat pilihan kita sendiri lho... misal kamu mau di suruh sekolah ke sekolah yang ada aturan ikatan dinas. pilihan itu jadi pintu untuk kamu mendapatkan pengalaman yang tidak biasa itu. tapi lumrahnya manusia ya... walaupun udah tau itu pilihan kita kadang-kadang ada rasa sedih yang tak berujung, kecewa yang tak bertepi kerika kenyataan jauh dari harapan. Itulah indahnya hidup, masa-masa dimana kita pernah menangis, marah, deelel itu akan jadi kenangan manis ketika setelahnya kita bisa tersenyum..... Tapi guys, dengan pengalaman yang "tidak biasa" itulah kita akan tahu betapa kuasa Allah itu sangatlah besar. Untuk kamu yang masih ragu apa benar di alam ini ada hal tak berwujud yang menguasai alam semesta, cobalah paling tidak mulai menerima meskipun lebih besar penolakan dihati kamu tentang itu. Allah lah yang dengan perlahan akan menunjukkan kuasanya sendiri, tanpa dibuat-buat, seolah-olah ada skenario dari hal yang tak berwujud itu untuk menjadikan kamu sebagai aktornya yang memerankan peran sesuai skenario itu. Prindip dan ideologi itu lebih keliatan lagi pengaruhnya... prinsip A akan membuat kita melakukan A dan berakibat A. Prinsip B akan membuat kita melakukan B dan berakibat B. Kalo masalah yang ini sangat dengat dengan lingkungan sekitar kita karena prinsip akan diikuti dengan ego diri sendiri dimana ego itu pasti akan sedikit banyak mengganggu bagi sebagian kecil/besar dari lingkungan kita. Semua pandangan ini membuat gw terkesan cuek... bodo ammat.... tapi ketika orang dekat kita yang sudah kita anggap sebagai anggota tubuh kita sendiri maka gw akan protect lebih... padahal yang mau diprotect juga ga mau... jadi begitulah warna warni kehidupan. Banyak orang bilang orang yang pendiem dan lurus lurus aja itu hidupnya ga berwarna.... kata siapa... dibalik pendiamnya itu dan di jalan yang lurusnya itupun ada gelombang naik turun yang membuat hidup mereka berwarna tergantung dari sudut pandang mereka masing-masing. Pelajaran yang bisa gw ambil adalah stop untuk menjudge orang itu ini, anu,ono. mereka punya pilihan. mereka tahu resiko. mereka bisa mengatasi dengan tindakan mereka sendiri.......itu saja coretan ga jelas saya........... happy nice weekend friend.....

Rabu, 20 Maret 2013

Aduh sampe lupa tanggal, tanggal berapa ini? mmmmmm yup mulai dari nginget tanggal gajian misua tgl 25 itu hari senin. berrarti sekarang hari rabu 20 Maret 2013... lama juga dari postingan yang terakhir. bosen semedi terus... iseng lagi ah mampir di blog sendiri.... huh.... jadi juga sekolah, sudah hampir 2 tahun yang lalu saya sudah jadi mahasiswa IPB walaupun kuliahnya jurusan ekonomi, agak ga nyambung juga dengan nama universitasnya. tapi ya balik lagi... "kalo rejeki ga kemana" kalo memang rejekinya di IPB ya go on.... tingal menghitung bulan aja, InsyaAllah, bisa pake toga untuk yang kedua kalinya. Mungkin bisa jadi inspirasi untuk beberapa orang, saya ini bukan orang yang sangat pintar, bukan orang yang pengetahuannya luas, tapi saya yakin saya punya keberuntungan. dari apply beasiswa yang antara niat ga niat... sampe akhirnya sekarang bisa proses nulis thesis... step terakhir untuk keluar dari perguruan itu dengan beasiswa dari instansiku yang tercinta Badan Pusat Statistik. Instansi yang sebelumnya tidak pernah saya cita-citakan. tapi nasib dan keberuntungan saya membawa saya ke instansi ini, dan semakin nasib ini saya syukuri saya selalu percaya "kalau memang itu sudah rejeki saya, pasti ga akan lari kemana rejeki itu, akan kembali ke yang mpunya" daftar kuliah pake toefl pas pasan 450 dengan komentar bapak dekan/ wakil dekan saya lupa tapi saya ingat namanya, Pak YS, "oh cuma segitu, pas pasan sekali ya toeflnya".... hmmmm dalam hati saya menjawab "itu hasil maksimal saya pak, bapak tidak tahu perjuangan saya" whateverlah orang bilang apa, so what kalo bahasa inggris gw jelek? jalan terus kuliah dengan berjibun buku buku tebal berbahasa "aneh" itu buat saya... yang selalu di beli dan sering sekali tidak pernah di baca..... kuliah lancar dengan beberapa hasil yang agak mengecewakan memang tapi itu yang terbaik menurut saya, hasil maksimal sesuai dengan kemampuan saya. Dan di akhir perkuliahan setelah hampir semua proses selesai (walaupun dengan jadwal yang uampun luambatnya, say di beri kejutan untuk tes toefl lagi... (oh my got, mereka tidak percaya dengan hasil tes toefl kami) no problemo, berbekal prinsip yang tadi itu lo, saya hadapi tes itu dengan perjuangan tentunya, mencoba belajar sedikit demi sedikit.... dan tibalah saat yang ditunggu... jreng... step pertama think " soalnya mudah nila, tenang, soalnya mudah". step kedua cari posisi terbaik biar suara tape bisa jelas terdengar. Step ketiga... pasrah. seminggu kemudian, hasil keluar, and seperti prinsip di atas, kalau memang itu rejeki saya untuk lolos tes ini,insyaAllah bisa.... dan surprise.... nilai toefl A = 510. mungkin orang bilang aneh segitu aja gembiranya kyk lebaran. tapi itu memang hasil yang ga pernah ku duga... buat dapet 450 aja susahnya kemaren kemaren eh hasilnya bisa lebih dari 500. ga nyangka saya.. tapi bersyukur sekali.... itu riwayat keberuntunganku yang kesekian kalinya..... kita tunggu lagi, keberuntungan itu saya harap akan datang terus ke saya.... cos Allah save me

Kamis, 13 Januari 2011

Gantungkan Cita-citamu Setinggi Bintang Di Langit

13 Januari 2011

Terinspirasi dari kata kata bijak orang tua dulu yang selalu mengatakan ke anak anaknya, atau mungkin tepatnya guru di TK dan SD yang hampir tiap hari bilang "Nak, Gantungkanlah cita citamu setinggi bintang di langit". Kalau berfikir secara rasional, ya ga mungkinlah kita bisa menggantungkan cita cita di bintang yang nun jauh di sana. Menginjakkan kaki ke bulan atau ke planet mars aja masih tanda tanya. Apalagi harus menggapai bintang yang notabene kalo kita dekati di radius sekian kilo jarak kecepatan cahaya mungkin badan kita sudah hancur terbakar.... Tapi itulah hebatnya otak manusia yang sudah diciptakan Allah dengan begitu ajaibnya sehingga kata-kata itu dapat muncul dalam bentuk kalimat.

Kalo aku berfikir simple aja... Gantungkan cita-citamu setinggi bintang dilangit, setidaknya kalo ga sampe bintang ya masih bisalah ke bulan lah.. Dari pada hanya menggantungkan cita cita di atas lemari, kalo jatuh ke lantai dong.
Itulah pemikiran dangkal yang selalu aku tanamkan ke adik adik ku, setidaknya mudah dipahami, dan bisalah di pertanggung jawabkan secara rasional. Karena aku anak paling tua, jadi selalu jadi contoh, kiblat untuk adik-adikku, dan pasti juga untuk anakku, jadi ak harus bener-bener melakukan pembuktian pada diriku sendiri.

Dulu cita-citaku pengen banget jadi pilot atau arsitek, seiring perjalanan kehidupan, akhirnya cita cita itu sekarang sudah tergantung dengan amannya di bawah pohon pemerintahan. Yup cita-citaku sekarang ngendon di BPS (badan Pusat Statistik), Badan non Departemen yang membiayai pegawainya dengan APBN. Perjalanan selama 4 tahun jadi PNS, semakin membuat aku rasional dan bangga dengan pakaian yang ak kenakan sekarang. jadi PNS ga jelek kok, buktinya tiap tahun sekian ribu orang berjuang cuma untuk memperoleh NIP. Aku bersyukur ak ga perlu susah susah dapetin NIP, cuma berbekal uang pendaftaran 100 rb tahun 2002 daftar di STIS, tanpa uang sogokan atau koneksi apapun. Perjuangannya cuma belajar untuk lulus 3 tahap, Tes Akademik, Tes Psikologi, dan terakhir Tes Kesehatan.

Akhirnya sekolah di STIS pun sebenernya bukan cita-cita, dulu cita citaku kuliah di UGM atau IPB jurusan komputer, tapi itulah bukti kalo ga bisa ke bintang ke bulan juga cukup... Kalo ga jadi ke UGM/IPB ke STIS juga sudah bersyukur kok. Lulusan UGM atau IPB sekarangpun termasuk salah dua dari beberapa lulusan PTN yang ikut berjuang untuk memperoleh NIP di BPS.

Kembali ke topik cita-cita lagi... masih ada cita cita yang belum dibuktikan tercapai atau tidak... That is "Sekolah". Pengen punya titel DR., kalo ga bisa ya MSc ato MSi juga ga pa pa lah.... Tapi kapan ya.
Pintu buat ke sana sih tahun ini insyaAllah sudah terbuka, masalahnya ak bisa ga ya melewati pintu itu tahun ini. Semangat sih ada, tapi usaha belum maksimal, belum lagi terbentur faktor x. Tapi tetep optimis kok, makanya sekarang ada kepikiran untuk nulis blog.. untuk memupuk semangat.

Senin, 07 Desember 2009

First Time

Hmmmm.... Pertama kalinya nulis nih. Habis udah bosen fb-an melulu, pengen cari kesibukan lain. Sebenernya udah lama pengen punya blog sendiri cuma baru kesampean sekarang