Kamis, 13 Januari 2011

Gantungkan Cita-citamu Setinggi Bintang Di Langit

13 Januari 2011

Terinspirasi dari kata kata bijak orang tua dulu yang selalu mengatakan ke anak anaknya, atau mungkin tepatnya guru di TK dan SD yang hampir tiap hari bilang "Nak, Gantungkanlah cita citamu setinggi bintang di langit". Kalau berfikir secara rasional, ya ga mungkinlah kita bisa menggantungkan cita cita di bintang yang nun jauh di sana. Menginjakkan kaki ke bulan atau ke planet mars aja masih tanda tanya. Apalagi harus menggapai bintang yang notabene kalo kita dekati di radius sekian kilo jarak kecepatan cahaya mungkin badan kita sudah hancur terbakar.... Tapi itulah hebatnya otak manusia yang sudah diciptakan Allah dengan begitu ajaibnya sehingga kata-kata itu dapat muncul dalam bentuk kalimat.

Kalo aku berfikir simple aja... Gantungkan cita-citamu setinggi bintang dilangit, setidaknya kalo ga sampe bintang ya masih bisalah ke bulan lah.. Dari pada hanya menggantungkan cita cita di atas lemari, kalo jatuh ke lantai dong.
Itulah pemikiran dangkal yang selalu aku tanamkan ke adik adik ku, setidaknya mudah dipahami, dan bisalah di pertanggung jawabkan secara rasional. Karena aku anak paling tua, jadi selalu jadi contoh, kiblat untuk adik-adikku, dan pasti juga untuk anakku, jadi ak harus bener-bener melakukan pembuktian pada diriku sendiri.

Dulu cita-citaku pengen banget jadi pilot atau arsitek, seiring perjalanan kehidupan, akhirnya cita cita itu sekarang sudah tergantung dengan amannya di bawah pohon pemerintahan. Yup cita-citaku sekarang ngendon di BPS (badan Pusat Statistik), Badan non Departemen yang membiayai pegawainya dengan APBN. Perjalanan selama 4 tahun jadi PNS, semakin membuat aku rasional dan bangga dengan pakaian yang ak kenakan sekarang. jadi PNS ga jelek kok, buktinya tiap tahun sekian ribu orang berjuang cuma untuk memperoleh NIP. Aku bersyukur ak ga perlu susah susah dapetin NIP, cuma berbekal uang pendaftaran 100 rb tahun 2002 daftar di STIS, tanpa uang sogokan atau koneksi apapun. Perjuangannya cuma belajar untuk lulus 3 tahap, Tes Akademik, Tes Psikologi, dan terakhir Tes Kesehatan.

Akhirnya sekolah di STIS pun sebenernya bukan cita-cita, dulu cita citaku kuliah di UGM atau IPB jurusan komputer, tapi itulah bukti kalo ga bisa ke bintang ke bulan juga cukup... Kalo ga jadi ke UGM/IPB ke STIS juga sudah bersyukur kok. Lulusan UGM atau IPB sekarangpun termasuk salah dua dari beberapa lulusan PTN yang ikut berjuang untuk memperoleh NIP di BPS.

Kembali ke topik cita-cita lagi... masih ada cita cita yang belum dibuktikan tercapai atau tidak... That is "Sekolah". Pengen punya titel DR., kalo ga bisa ya MSc ato MSi juga ga pa pa lah.... Tapi kapan ya.
Pintu buat ke sana sih tahun ini insyaAllah sudah terbuka, masalahnya ak bisa ga ya melewati pintu itu tahun ini. Semangat sih ada, tapi usaha belum maksimal, belum lagi terbentur faktor x. Tapi tetep optimis kok, makanya sekarang ada kepikiran untuk nulis blog.. untuk memupuk semangat.